Quo vadis Futsal PPGT JBT???
Oleh: Striker Veteran
Foto ini diambil hanya beberapa jam setelah berakhirnya rapat anggota V PPGT JBT yang memilih pengurus baru, tentu sebuah prestasi tersendiri sebuah kepengurusan yang bahkan strukturnya belum lengkap dapat bergerak dengan cepat mengumpulkan anggotanya untuk mengikuti pertandingan futsal antar jemaat yang di selenggarakan oleh pengurus PPGT Klasis Makassar.
Namun di balik kisah sukses tersebut, ternyata setelah berjalan lebih dari setengah tahun kepengurusan cikal bakal tim futsal tersebut tak kunjung bertumbuh menjadi sebuah tim yang terorganisir dengan rapi.
Benih tetap jadi benih…
Quo Vadis Futsal PPGT JBT?
Ya, mau kemana Futsal PPGT?...
Sebaris pertanyaan yang mungkin ada di benak sebagian anggota, mau diapakan potensi yang begitu melimpah di jemaat ini?, mau diarahkan kemana gairah yang begitu kuat yang terpancar di wajah sebagian anggota ketika mendengar kata “ta male siraga”? Apakah kami yang tak pandai menyanyi, tak fasih berbicara dalam forum, tidak mahir bermain musik dan hanya bisa menendang bola tidak mendapatkan ruang berkreasi dalam PPGT?
Mungkinkah kami inilah yang disebut kelompok yang termarjinalkan secara struktural ...
Pertanyaan yang menempatkan pengurus sebagai pihak pertama yang harus memikirkan jawabannya.
Akankah kita tetap puas dengan jawaban ”ah wajar saja skornya telak karena mereka (jemaat lain) sudah punya tim pengembangan futsal” ataukah akan ada usaha yang nyata untuk mewujudkan kerangka pikir proses pembinaan yang begitu fasih kita ucapkan “memberdayakan,memperlengkapi dan mengutus” alias 3 M dalam berbagai bidang termasuk bidang olahraga??
Ironis, mengingat jemaat ini mampu menyelenggarakan semacam even sekelas PPGT JBT Cup yang tahun ini memasuki jilid ke 2 (tahun 2007 belum diberi judul). Sekali lagi, itu pun jika pengurus mampu menyelenggarakan apa yang telah dirintis dan bahkan telah dibangunkan pondasi sejak periode kepengurusan yang lalu.
Niat membentuk kelompok khusus bertitel Unit Kegiatan Pemuda (UKP) Olah Raga yang pernah menunjukkan taringnya di periode lalu kini belum mampu diwujudkan. Pertanyaannya, struktur yang begitu mapan (menurut kami) dengan sebuah seksi khusus menangani minat bakatkah yang belum berjalan sebagaimana mestinya ataukah memang pengurus yang lain sebagai decicion maker yang begitu lamban dan lelet dalam mengakomodir aspirasi ini??
Memang setiap hari sejak bulan lalu, latihan rutin digelar di halaman gedung gereja untuk sepak bola, volley ball, takraw dan bahkan badminton, namun pertanyaannya adalah : “kapan ada wadah yang terorganisir untuk memanajemen setiap talenta yang ada?”
Bukankah begitu menarik ketika jemat yang pernah melaksanakan turnamen PPGT JBT Cup ini memiliki tim futsal independen dan atau sedikit profesional… Agak sedikit melebar, bagaimana jika PPGT JBT memiliki tim volley ball, takraw dan olah raga lainnya?
mari kita bangun dari tidur panjang ini, sadarilah bahwa halaman gereja kita yang dipenuhi oleh sesaknya pondokan adalah gudangnya para “olahragawan” bertalenta tinggi. Kami yakin, ini bukan sekedar mimpi bung! ini adalah sebuah harapan, secerah senyum sejuta makna pada gambar di atas.
Pada akhirnya, komitmen kita bersama untuk membangun persekutuan dan mewujudkan karya nyata lewat lembaga ini yang akan menentukan apakah ada yang dapat dikenang dari masa kita ber-PPGT atau hanya lembar-lembar alasan serta deretan kendala yang mampu kita tuliskan dalam LPJ usang yang tak pernah dibaca... Forza PPGT JBT!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuliskan komentar anda disini.
masukan, saran, kritik dan tulisan yang bersifat konstruktif kami harapkan dari setiap Bukiters sejati.
Salam pembebasan.